Sabtu, 28 November 2020
OSCAR ONLINE 2020 - Lomba Video Orasi Kepahlawanan
Jumat, 27 November 2020
OSCAR ONLINE 2020 - Lomba Iklan Layanan Masyarakat
Kamis, 26 November 2020
OSCAR ONLINE 2020 - Lomba Photo Contest Instagram
Rabu, 25 November 2020
OSCAR ONLINE 2020 - Lomba Kreasi Poster
Minggu, 18 Oktober 2020
OSCAR ONLINE OPEN 2020
Selasa, 01 September 2020
BAPAK PANDU DUNIA LORD ROBERT BADEN POWELL
Taukah kamu, Baden Powell adalah anak seorang
profesor dari universitas oxford lho! Baden Powell
berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung, mengalahkan
Kerajaan Zulu di Afrika, menjadi
tentara, juga dinobatkan sebagai pahlawan nasional Inggris! Wha hebat bukan?
Lalu bagaimana dengan sejarahnya ya?!
Berbicara mengenai sejarah pramuka
tidak lepas dari sosok sang pendiri gerakan pramuka sedunia yang bernama Lord
Robert Baden Powell of Gilwell. Lahir di London pada 22 Februari 1857 dengan nama Robert
Stephenson Smyth. Ayahnya bernama Prof. Domine Baden Powell, dan ibunya Miss
Henrietta Grace Smyth. BP memiliki 9
saudara. Yaitu warrington george augustus frank penrose agnes henrietta jessie
dan baden fletcher. Ayah BP meninggal saat usia BP masih 3 tahun. Sehingga
sejak usianya yang masih sangat muda, Baden-Powell dituntut untuk dapat hidup
mandiri.
BP juga memiliki panggilan diantaranyan Steevie, Bathing-Towel dan Impeesa yang artinya serigala yang tak pernah tidur.
Ny. Henrietta Grace memasukkan
Baden-Powell ke Charterhouse School di tahun 1870.
Di Charterhouse, BP sangat populer,
selain pandai dalam belajar hingga Baden-Powell meraih beasiswa, Baden-Powell
Juga mengikuti banyak kegiatan ekstra seperti :
Marching Band, Klub menembak, Teater, Melukis dan menggambar, Kiper kesebelasan Charterhouse.
Di usia 19 tahun, Baden-Powell menamatkan sekolah di Charterhouse School. Kemudian Baden-Powell memutuskan untuk bergabung dengan dinas kemiliteran, atas bantuan pamannya Kolonel Henry Smyth, komandan dari Royal Military Academy di Woolwich. Kemudian setelah lulus dari akademi militer tersebut Baden-Powell ditempatkan di India, dengan pangkat pembantu lestnan.
Baden-Powell pernah bertugas di
Mafeking. sebuah kota di pedalaman Afrika Selatan. Kota inilah yang membuat
nama BP menjadi terkenal dan menjadi pahlawan bangsanya. karena jasa-jasanya
dalam memimpin pertahanan Kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer.
Karena jasa-jasanya ter sebut , pangkat Baden-Powell dinaikkan menjadi Mayor Jendral.
Selama bertugas di Afrika. Baden-Powell banyak melakukan petualangan sehingga pengalaman-pengalamannya makin bertambah. Karena keberaniannya. Baden-Powell mendapat julukan IMPEESA dari suku-suku setempat seperti Zulu, Ashanti. dan Metabele. Hal ini disebabkan karena sifat waspada, cekatan, dan keberanian Baden-Powell (termasuk tindakan mengambil kalung manik-manik milik Raja Dinuzulu).
Pada tahun 1901. Baden-Powell kembali ke tanah airnya, Inggris dengan disambut besar-besaran sebagai salah satu pahlawan bangsanya. Kemudian BP sempat pula menulis pengalaman-pengalamannya dalam buku Aids To Scouting.
Kemudian Pada tahun 1907 Baden-Powell mendapatkan undangan dari perkumpulan Boys Brigade untuk mengisahkan pengalaman-pengalamannya selama di Afrika khususnya dan selama di dinas ketentaraan pada umumnya. dalam sebuah perkemahan yang diikuti 20 orang anggotanya. Perkemahan pertama tersebut diselenggarakan di Pulau Brownsea (Brownsea Island).
Baden-Powell pada tahun 1908 menulis buku Scouting For Boys, sebuah mahakarya yang sangat spektakuler. Buku inilah yang mengakibatkan perkembangan kepanduan menjadi semakin besar. Buku ini menyebar di seluruh daratan Eropa sampai ke daerah-daerah jajahan.
Pada tahun 1910, Baden-Powell meletakkan jabatannya di dinas ketentaraan dengan pangkat terakhirnya adalah Letnan Jendral. Mulailah Baden-Powell berkonsentrasi penuh untuk mengembangkan kepanduan ke seluruh dunia.
Pada tahun 1912, Baden-Powell mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui para pandu di berbagai negara. Baden-Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames (Lady Baden-Powell) pada tahun tersebut, dan kemudian dikaruniai tiga orang anak yaitu Peter, Heather dan Betty.
Pada tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia yang pertama. Pada hari terakhir kegiatan jambore tersebut (6 Agustus 1920) Baden-Powell diangkat sebagai Chief Scout Of The World atau Bapak Pandu Sedunia. Baden-Powell juga dianugerahi gelar Lord Baden-Powell Of Gilwell, dengan julukan Baron oleh Raia George V.
Setelah berkeliling dunia, termasuk mengunjungi Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1934, sepulangnya dari meninjau Jambore di Australia", BP beserta Lady Baden-Powell menghabiskan masa-masa akhirnya tinggal di Inggris (sekitar tahun 1935-1938). Kemudian Baden-Powell kembali ke tanah yang amat dicintainya, Afrika.
Rabu, 12 Desember 2018
CIRI GERAKAN PRAMUKA
Apa sih ciri Gerakan Pramuka (GP)? Banyak orang bertanya seperti itu, entah untuk ingin tahu, ingin mendalami, atau entah untuk kepentingan apa. Memang kita semua perlu tahu ciri GP itu.
Berikut ciri GP yang perlu diketahui.
Pertama, organisasi pendidikan kepanduan satu-satunya di Indonesia yang diatur oleh UU RI nomor 12 tahun 2010.
Kedua, menggunakan metode kepramukaan dalam menjalankan pendidikan.
Ketiga, mempunyai sistem pemdidikan dengan jenjang, SKU, SKK, Saka, dan Sako bagi pramuka sesuai usianya.
Keempat, melibatkan semua unsur masyarakat sebagai pendukung gerakan pendidikan kepramukaan.
Kelima, menggunakan ketentuan moral berupa kode kehormatan.
Kelima, pendidikan berbasis alam terbuka, belajar sambil melakukan, menarik dan menantang, bersistem kelompok, dan penghargaan.
Keenam, merupakan pendididikan kebangsaan yang berdasarkan janji setia kepada bangsa dan negara Indonesia.
Ketujuh, membentuk peserta didik untuk berkecakapan hidup.
Kedelapan, merupakan pendidikan berdasar ilmu bahagia.
Kesembilan, mengutamakan peduli sesama dalam kondisi persaudaraan.
Kesepuluh, menggunakan hubungan adik-kakak dalam relasi pendidikannya.
Itulah sepuluh ciri yang menandai GP. Tentu, banyak ciri tambahan yang melengkapinya. Pembina yang hebat harus berada pada ciri di atas. Adik didiknya, diasuh dalam suasana kepramukaan yang tepat.
Berikut pula, sikap yang harus dijauhi agar tetap berada pada ciri GP. Yang harus dijauhi adalah (1) Pendidikan klasikal yang mengutamakan kekuasaan pembina sehingga dikenali sebagai pembina jahat, otoriter, tertutup, dan penuh kekerasan; (2) terdapat situasi saling menebar kebencian terhadap sesama dan orang lain; (3) terjadi saling fitnah tanpa pikiran waras dan saling menyerang dalam kondisi menang sendiri; (4) tiada nuansa kebangsaan dalam kehidupan pendidikannya; (5) terjadi pembiaran moral negatif sehingga karut-marut keberadabannya; (6) pembina tidak paham kepramukaan.
Ciri GP tersebut akan membingkai pelaksanaan di gugus depan dengan baik dan benar. Sebagai pembina, dia akan menggunakan perencanaan membina agar tidak terjadi penyimpangan, proses dijalankan sesuai dengan metode kepramukaan, dan melakukan evaluasi pendidikan yang diasuhnya. Pembina hebat ditandai oleh pramuka hasil didiknya mendapatkan berbagai kecakapan baik umum atau khusus. Selamat membina.
#pusdiklatnas
#kakyatno
Senin, 05 November 2018
LIMA BATU BAHAYA BAGI PRAMUKA
Di mana pun, kapan pun, pramuka selalu bertindak dan berperilaku berdasarkan Satya dan Darma Pramuka. Itulah ciri khas pramuka yang kelak dapat menguatkan hidupnya sebagai manusia bahagia. Namun, menjalani Satya dan Darma Pramuka tidaklah mudah karena banyak bahaya yang harus dihindari atau dilawan oleh seorang pramuka. Jika pramuka mampu menghindari atau melawan bahaya, hidup pramuka akan dapat mulus mencapai bahagia.
Apa batu bahaya bagi pramuka saat ini? Berikut batu bahaya bagi pramuka.
(1) Hoax
Hoax adalah informasi bohong yang sengaja dibuat untuk tujuan mencederai pikiran dan tindakan orang lain. Berita bohong atau palsu itu dikemas agar seolah-olah asli atau benar. Kepalsuan ditutupi dengan kepalsuan agar terlihat keasliannya. Hoax sangat bahaya bagi pramuka karena akan menjauhkan dari Satya dan Darma Pramuka. Pramuka wajib untuk menolak hoax agar tetap sejati dalam janji luhurnya.
Cara agar tidak hoax adalah selalu bertindak benar dan jujur saat memberikan informasi apapun baik lisan maupun tulis lewat medsos. Jika memberikan informasi pastikan kebenaran informasi dengan cara melihat langsung, menerima info dari teman terpercaya, dan mengukur pentingnya info diberikan orang lain. Selalu berpikir apa, siapa, kapan, di mana, mengapa bagaimana. Lalu, jangan biasakan copas atau meneruskan info yang tidak jelas. Jangan mau diprovokasi orang lain untuk meneruskan info jika info itu melukai, mengejek, atau menghina orang atau kelompok lain. Selalu ingat bahwa pramuka itu peduli sesama dan kasih sayang sesama.
(2) Perundungan
Rundung dalam bahasa Indonesia artinya bully. Seorang pramuka tidak boleh merundung orang lain sekecil apapun. Orang yang dirundung tentu akan tersakiti hatinya. Merundung adalah batu bahaya bagi pramuka karena akan memunculkan permusuhan dan membuat orang laib dendam.
Lebih baik memberikan pujian daripada memberikan keburukan lewat perundungan. Meskipun itu bernada canda mohon tidak dilakukan agar terjaga kesetiaanmu pada Satya dan Darma Pramuka. Ingat fisik teman, ucapan yang aneh, dan tingkah yang unik adalah hak dan anugerah baginya. Kita tidak perlu menertawakannya.
(3) Penebar Kebencian
Pramuka bukan dicirikan dari sikap negatif tetapi sebaliknya yakni sopan dan santun. Penebar kebencian selalu berangkat dari iri, dengki, hasut, akal-akalan, dan melukai orang lain. Penebar kebencian tidak pernah menggunakan otak normal. Dia selalu abnormal untuk tujuan tertentu.
Pramuka sejati harus menghindari dari sifat kebencian dengan cara selalu bersifat damai. Orang lain adalah sahabat meskipun berbeda latar belakang. Dia manusia dan kita manusia jadi sudah sepantasnya pramuka bersifat manusia. Jagalah kehidupan berbangsa Indonesia dengan tidak menebar kebencian.
(4) Anasionalisme
Menghujat bangsa dan negara sendiri adalah batu bahaya bagi pramuka. Jika melukai dan menyakiti bangsa dan negara sendiri, sebutan pramuka akan hilang. Pramuka itu dengan penuh kehormatan menjalanksn kewajiban terhadap negara kesatuan Republik Indonesia. Dia senantiasa menjiwai Indonesia. Jiwanya adalah jiwa merah putih.
Cara agar tidak anasionalime adalah selalu bangga dengan Indonesia apapun kondisinya. Kibarkan merah putih. Bersahabat dengan teman di pulau lain. Selalu positif tentang Indonesia.
(5) Tawuran
Tawuran adalah batu bahaya bagi pramuka. Dengan tawuran, label pramuka akan hilang. Tawuran itu sifat hewan dan bukan sifat manusia. Tawuran itu bar-bar karena adu kekuatan lewat nafsu dan otot.
Cara menghindarinya adalah selalu berpikir bahwa selisih paham ada jalan yang terhormat, yakni lewat omongan santun. Semua masalah dapat dipecahkan asal lewat pikiran logis dan hati yang jernih. Ingat bahwa tawuran itu melanggar Satya dan Darma Pramuka.
Pembina harus senantiasa memberikan batu bahaya kepada adik didiknya. Beri pemahaman yang dingin. Beri kekuatan batinnya dengan Satya dan Darma Pramuka. Tunjukkan bahwa batu bahaya akan merusak jiwa pramuka. Batu bahaya akan menghambat hidup bahagianya. Selamat membina.
#pusdiklatnas
Minggu, 28 Oktober 2018
PRAMUKA DAN RADIKAL
Banyak orang, saat ini, bersikap radikal terhadap sesamanya dalam arti negatif. Mereka menjelek-jelekkan orang lain terus-menerus, bersikeras memaksakan kehendak, marah bertubi-tubi ke orang yang sama, melukai sesama tanpa sebab jelas, dan membenci sampai ke akarnya tanpa ampun. Itu semua ciri orang radikal. Tentu sikap negatif demikian itu bukan jalan yang harus dilalui seorang pramuka. Pramuka itu Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Pramuka harus tegar dan kuat di jalan kehalusan budi. Trisatya dan Dasadarma telah mengharuskan seorang Pramuka untuk halus budinya, setia kepada bangsa dan negara, dan maju kecakapan hidupnya. Keharusan itu mutlak karena telah ditera di tujuan Gerakan Pramuka. Dengan begitu, Pramuka akan terhindar dari penyakit diri dan perusak Trisatya dan Dasadarma yang bernama radikal. Pramuks harus terbebas dari radikal dan radikalisme.
Sikap radikal negatif harus dijauhi karena tidak akan mampu membentuk pramuka sejati. Manusia itu berada di empat tingkat. Jika ingin berbudi baik, masuklah ke peringkat tertinggi. Peringkat pertama, manusia disebut makhluk hidup. Sebagai makhluk, manusia sejajar atau sama dengan hewan dan tumbuhan. Sikapnya liar, saling berebut, tidak kenal aturan dan radikal. Dia mudah marah. Dia mudah melukai. Pikiran digunakan hanya untuk menang sendiri.
Peringkat kedua adalah manusia. Dia sudah melewati sebutan makhluk hidup karena disebut manusia. Sebagai manusia, dia bukan hewan dan bukan tumbuhan. Sikap dan pikirannya sebagai manusia yang mampu membedakan yang benar dan salah, baik dan buruk, utama dan tercela, sekarang atau nanti, dan seterusnya. Dia sudah mampu memilih untuk dirinya dan orang lain demi kebaikan. Dia sangat toleransi. Dia peduli sesama.
Peringkat ketiga adalah manusia disebut insan kamil. Manusia sebagai insan kamil mempunyai keharusan yang benar, baik, utama, dan bersikap sangat peduli kepada sesama. Dia membetikan pertolongan dalam keadaan apapun. Dia tidak sekadar bertoleransi tetapi sampai pada membantu dengan penuh kebaikan.
Peringkat keempat adalah hamba Tuhan. Manusia sebagai hamba Tuhan, selalu melaksanakan tugas hidup seperti perintah Tuhan. Dia halus budinya, terpuji sikapnya, mencerahkan pikirannya, pembebas kebodohan, dan seterusnya. Dia tidak memerlukan pujian karena jalannya adalah memberi bagaikan matahari. Luas hatinya seluas samudera.
Tentu Pramuka, dengan Trisatya dan Dasadarma tidak akan pernah radikal karena dia tahu bahwa radikal adalah serendah-rendahnya manusia. Pramuka selalu peduli sesama. Kawan adalah energi positif bagi kemajuan diri. Lawan itu tidak ada karena semuanya sesama. Inspirasi dan imajinasi diri dikembangkan untuk kebaikan cipta, rasa dan karsa.
Tempat belajar bagi Pramuka agar terhindar dari radikal adalah di kelompoknya (barung, regu, sangga, reka). Dalam tim, Pramuka menimba ilmu toleransi, peduli, kebersamaan, kolaborasi, dan jati diri.
Radikal terhadap orang lain itu perbuatan tercela. Pramuka wajib menghindarinya. Pembina perlu terus menerus berada pada ajaran halus budi dengan meneroka Trisatya dan Dasadarma. Pramuka dilarang radikal karakternya, radikal kepada bangsa dan negaranya.
Iri, sombong, menang sendiri, kasar dalam laku dan wicara, laku lajak, dengki, sok jagoan, sok kuasa, dan sikap negatif lainnya adalah pangkal radikal. Pembina harus sering bertutur dengan adiknya tentang pangkal radikal itu. Berdialoglah di tenda kebahagiaan. Selamat membina.
#pusdiklatnas
#kakyatno
Rabu, 24 Oktober 2018
PENGALAMAN PERJALANAN
Seorang Pembina Pramuka adalah seorang Pendidik pula yang fungsinya mengantarkan anak didiknya menjadi dewasa, berkarakter, menjadi sukses, mencapai cita-cita, memimpin bangsa, merubah keadaan, membangun peradaban. Sehebat apa seharusnya seorang Pembina, semestinya memang membekali diri dengan berbagai keahlian, keterampilan, pengetahuan dan sikap. Seorang Pembina yang pendidik itu bisa dianalogikan seperti sebuah jembatan.
Mengapa jembatan? Ilustrasi berikut diambil dari sebuah pengalaman penulis, yang bisa menggambarkan peran Pembina terhadap Anak didiknya.
Cukup tersentak, dalam perjalanan penjelajahan dengan adik-adik penegak di gugus depan kami ketika harus menyeberangi sebuah sungai berarus deras di pedalaman Kalimantan. Misi perjalanan kami adalah menemukan pos terakhir sebelum matahari terbenam. Di peta perjalanan pos tersebut berada di sebuah dusun di balik bukit seberang sungai. Di sana kami bisa beristirahat melewatkan malam.
Sementara kondisi anggota sangga penegak kami sudah kelelahan semua, bahkan ada yang terluka. Di tengah kelelahan dan keputusasaan, sebagian meminta berhenti dan bermalam di tepi sungai, sebagian lagi ingin tetap menyeberang namun tidak bisa berenang.
Sebagai Pembina, aku harus bersikap atas kondisi ini. “What now?” Dalam benakku, mereka harus dikuatkan mentalnya. Dikembalikan kepercayaan dirinya. Dibangkitkan semangatnya. Tim ini harus tetap solid dan utuh. Pergi bersama, pulang pun harus bersama.
Dengan sedikit keterampilan tali-temali kami rangkai akar pohon dan ranting kecil beberapa lapis hingga membentuk untaian tali yang kira-kira sepanjang lebar sungai. Kutawarkan seorang pemberani diantara mereka menyeberang sungai melawan derasnya arus sambil mengikat tali akar tadi di pinggangnya. Dari tepi sungai kami mengulur sambil mengendalikan tali. Dengan susah payah akhirnya dia sampai di seberang, dililitkannya tali di sebatang pohon, hingga membentang membuat kami bisa berpegangan. Satu persatu kami lintasi sungai sampai bisa mencapai seberang. Kurang lebih dua jam usaha kami menemukan hasil. Kami semua selamat sampai pos terakhir.
Di dusun tempat kami bermalam, kami temukan sekelompok masyarakat terpencil, dengan tingkat budaya dan ekonomi yang rendah. Mereka berkeluh kesah pada kami akan sulitnya mendapatkan akses ke kota kecamatan sekalipun. Mereka tidak bisa memasarkan hasil kebun dan ternak. Anak-anak mereka tidak ada yang bersekolah sampai tingkat SMP karena sekolah terdekat adanya di kota kecamatan. Belum lagi kendala komunikasi sebagian besar masyarakatnya yang hanya mengenal bahasa daerahnya. Dan masih banyak ketertinggalan yang mereka miliki.
Karena kami dianggap pendatang dari kota, mereka menitipkan pesan pada kami untuk disampaikan kepada pemerintah supaya membuka isolasi daerahnya, membuatkan jalan tembus yang layak, dan yang penting sekali membuatkan jembatan penyeberangan yang memadai untuk menyeberangi sungai yang mengurung dusun mereka.
Antara jalan tembus dan jembatan sebenarnya sama pentingnya, namun melihat kondisi.
bagaimana seorang Pembina pramuka berperan dan berfungsi sebagai sebuah jembatan, dengan analisa sebagai berikut:
Pembina harus mampu mengantarkan anak didiknya ke gerbang kesuksesan hidup, berkembang di masyarakat, membangun peradaban.
Seberat apapun beban yang ditanggungnya, siapapun yang dibinanya, semestinya dia ikhlas menerima dengan penuh tanggung jawab, tanpa mengharap pujian, hormat, dan balas jasa dari mereka.
Terpaan badai kehidupan kadang melanda (masalah pekerjaan pokok, ekonomi keluarga, kesehatan, peran di masyarakat) dia harus tetap sabar menjalaninya dan selalu berusaha mengatasinya, sekalipun berdampak pada kondite pekerjaan, hubungan dengan keluarga, kondisi kesehatan hingga berkurangnya penghasilan.
Pembina juga harus menguatkan dan membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan yang handal, sikap dan kesantunan yang bisa diteladani. Ibarat konstruksi bahan bangunan jembatan yang harus terbuat dari material yang baik dan berkualitas, supaya dia kokoh dan tahan lama.
Jembatan yang dibangun dengan keindahan dan nilai estetika yang tinggi membuat orang senang melewatinya, senang menyebutnya, bahkan bisa menjadi landmark sebuat tempat, orang bisa berfoto dengan latar jembatan tersebut. Ini menggambarkan betapa Pembina yang berpenampilan baik, rapi, sopan, selaras kata dan perbuatan, membuat anak didiknya nyaman di dekatnya, menyukai dan merindukan kehadirannya, sampai mengenangnya bila dia tak ada.
Pembina adalah “jalan yang lurus” yang menjadi rujukan dan teladan yang benar, memberikan yang terbaik, menghantarkan sampai tujuan, menepati janji, tidak menyesatkan dan menjerumuskan, tidak pula menggagalkan.
Oleh:
SUPRIHATNO, M. Pd. / Kak Nono S.
(Pelatih Pembina Pramuka Kaltim)
Selasa, 04 September 2018
HANYA KAKAKMU SAJA
Adikku pramuka
Aku bukan siapa-siapa
Tidak perlu disanjung dan dipuja
Biasa saja apa adanya
Kaulah yang membawa serta
Dirimu ke lahan yang berguna
Energikan potensimu senantiasa
Menabur bahagia demi sesama
Menyirami rasa bangsa bersama
Kakakmu hanya mengenalkan simpul dan ikatan semampunya
Kaulah yang memanfaatkan simpul agar berguna
Kaulah yang menguatkan ikatan agar bertenaga
Kakakmu hanya mengirim isyarat dalam deretan sandi
Kaulah yang memaknai
Isyarat dari segala isyarat dengan hati
Sandi kau pecahkan dengan bernyali
Karena hidup terletak di pemaknaan isyarat batinmu
Karena jiwamu bertanam di balik sandi hidupmu
Kakakmu hanya temanmu
Menemani dingin di api unggunmu
Mendongeng kisah sederhana di ceriahmu
Menunggu kau sampai di batas penjelajahanmu
Kakakmu hanya penyedia api
Kaulah yang menyalakan gelora kehangatan untuk bangsa
Kaulah yang menyemarakkan bara menjadi cinta sesama
Kakakmu hanya petunjuk
Kaulah yang berjalan di atas waktu
Kaulah yang menapaki hidupmu agar berarti bagi negeri
Kakakmu hanya tersenyum
Kaulah yang mengembangkan menjadi Indonesia ceriah
Kaulah yang mengibarkan senyum seantero dunia
Adikku pramuka
Aku bukan siapa-siapa
Tidak perlu disanjung dan dipuja
Biasa saja apa adanya
Batam, 2 September 2018
#kakyatno
#pusdiklatnas









































